Muhammad Fakhri Lukman

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

Gitar

Gitar

Di pagi hari yang cerah Anggi sedang bersiap-siap menuju sekolah. Anggi adalah salah satu nak yang tidak suka ke sekolah, Anggi lebih suka bermain di rumah atau bersama teman-temannya, namun disekolah Anggi tetap memiliki pelajaran favourite.

Pelajaran favourite Anggi adalah music. Anggi suka music dan Anggi juga bisa memainkan beberapa alat music seperti gitar, piano, dan biola. Karena Anggi tidak suka ke sekolah Anggi sering tidak pergi ke seolah dan malah pergi main keluar atau tiduran dirumahnya. Karena kedua orang tua Anggi sibuk bekerja, tidak ada yang menasehati Anggi tentang pergi sekolah.

Karena Anggi juga jarang kesekolah Anggi juga jadi tidak punya banyak teman disekolah, padahal Anggi orangnya supel, baik, mudah bergaul dan ramah. Tapi Anggi juga tidak ada niatan untuk membuat banyak teman. Dan karena itu Anggi agak dikucilkan disekolahnya.

Di sekolah Anggi dekat dengan guru musiknya yaitu bu Salma, bu Salma lumayan popular di kalngan siswa karena ramah dan baik. Setiap Anggi sekolah biasanya Anggi akan peri ke ruang music dan belajar music bersama bu Salma maupun sendiri.

Bu Salma juga sudah sering menasehati Anggi untuk mengikuti pelajaran sesuai dengan jadwal dan jangan hanya belajar music.

“Anggi belajar di kelas gih, nanti waktu ujian gak ngerti gimana?” nasehat bu Salma kepada Anggi yang sedang memetikkan senar gitarnya.

“ibuk serius? Kalau saya belajar di kelas yang ada langsung ngantuk buk.” Jawab Anggi tanpa menoleh dan terus memainkan gitarnya.

“Anggi kalau kamu begini terus kedepannya kamu bakal susah.” Ucap bu Salma

Anggi hanya diam saja dan terus memainkan gitarnya. Bagi bu Salma Anggi sudah seperti anak atau adiknya sendiri, begitupun yang di rasakan Anggi. Karena bu Salma tidak mau melihat Anggi seperti ini terus bu Salma memiliki sebuah ide.

“Anggi kalau kamu dapat nilai bagus semester ini kamu bakal ibu beliin gitar baru.” ucapan bu Salma membuat Anggi menganga, Anggi tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Gitar itu mahal dan penghasilan bu Salma tidak sebanyak itu.

“gak usah buk, lagian mending uangnya ibu simpen aja gitar tu mahal buk.” Jawab Anggi

“tapi kalau gak begitu apa kamu mau belajar? Ibu beliin gitar yang murahan aja tapi ya” jawab bu Salma.

Setelah di yakini bu Salma Anggi menjadi lebih bersemangat untuk belajar, hitung hitung sebagai balasan untuk gkitar yang di beli bu Salma karena hanya belajar yang bisa di lakukan Anggi saat ini. mulai hari itu Anggi jarang pergi ke ruang music dan lebih sering pergi ke ruang kelas dan belajar sesuai aturan.

Guru-guru juga lumayan terkejut dengan perubahan Anggi sekaligus bahagia. Angi ingin memberikan yang terbaik agar bu Salma senang dan tidak kecewa dengannya. Anggi juga mulai bergaul dengan teman sekelasnya dan meminjam catatan mereka untuk pelajaran yang Anggi lewatkan.

Semua orang senang dengen perubahan Anggi yang menjadi rajin ini. beberapa bulan terlewati dan hari ini adlaah hari dimana Anggi akan ujian semester. Anggi yakin dia bisa mendapakan nilai bagus, Anggi sudah belajar dengan sangat keras beberapa bulan terakhir. Ujian pun dimulai,

Biasanya Anggi hanya menulis jawaban asal-asalan dan tidak belajar. Rasa yakin yang dia rasakan membuanya semakin senang dan yakin kalau dia akan mendapat nilai bagus. Setelah ujian selsai dan di bagikan rapornya Anggi mengambil rapor itu bersama bu Salma karnea orang tua Anggi selalu sibuk bekerja.

Dan saat mereka membaca buku rapor begitu senangnya mereka dengan nilai yang di raih Anggi. Nilai rata rata Anggi adalah 96 dan itu sudah sangat bagus untuk Anggi yang awalnya tidak mau sama seklai menyemtuh buku. Setelah melihat rapor bu Salma langsung memberikan hadiahnya. Anngi sangat senang dengan gitar barunya namun tujuan dia belajar bukan untuk gitar ini melainkan agar tidak membuat bu Salma kecewa.

:

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali