Muhammad Fakhri Lukman

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

Toko Kue Paris

Annisa adalah gadis kecil berusia 10 tahun yang memiliki mimpi yang sangat tinggi. Mimpi Annisa adalah membuka toko kue dan memiliki banyak cabang di seluruh negara. Annisa banyak melihat toko-toko kue dan roti di film atau kartun, film-film itu menginspirasi Annisa. Diantara banyak negara , yang Annisa paling inginkan adalah membuka tokonya di kota Paris, kota penuh cinta. Sejak kecil Annisa sudah sering masak, biasanya hanya membuat pancake, churro, cookie, dan lan-lain.

Orang tua Annisa sangat mendukung impian Annisa ini, orang tuanya sering mencarikan sekolah memasak atau cooking class untuk Annisa ikuti di sela sela kesibukan sekolahnya. Annisa juga sangat senang saat ada acara masak di TV, Annisa memiliki seorang kakak bernama Fathiya yang juga sangat mendukung mimpi Annisa. Annisa sangat senang karena banyak orang mendukung mimpinya.

Walaupun banyak orang yang mendukung Annisa, ada beberap orang yang membeci Annisa. Saat SMP Annisa memiliki seorang teman yang tidak baik kepadanya, nama temannya itu Tasya. Tasya serig menggangu Annisa dan mengejeknya juga, Tasya selalu mengejek impian Annisa dan meremehkan, kalau Annisa tidak bakalan bisa mencapai impiannya. Ini sering membuat Anisa menjadi sedih.

“Halah, mimpi pengen buka toko kue? bikin pancake aja gosong.” Ucap Tasya sinis sambil berjalan menyenggol Annisa dan menyunggingkan senyum yang menyebalkan.

“ya ya ya, biarin aja, kan aku masih belajar, ga papa kali kalau salah-salah dan gosong, yang gak bener itu kalau gak mau belajar.” Jawab Annisa sambil duduk di kursinya tanpa meliaht Tasya. Annisa berusaha keras menahan emosi dan berusaha tetap sabar.

Setelah mendengar jawaban Annisa, Tasya hanya diam saja sambil geram dalam diam. Annisa kadang bingung, rasanya dia dan Tasya tidak memiliki masalah, tapi suatu saat Tasya mulai menggangunya. Tasya dan Annisa juga yang awalnya temen menjadi seperti musuh sekarang.

Hampir setiap hari Tasya menggangu Annisa, Annisa awalnya diam saja tapi Tasya tidak berhenti mengangu Annisa. Ada ada aja ulah Tasya untuk mengganggu Annisa. Akhirnya Annisa beranikan diri bertanya ke Tasya Annisa marah kepada Tasya.

“Kamu kenapa sih? Kok kamu suka ganggu aku terus, rasanya kita gak punya masalah.” Tanya Annisa sedikit kesal.

“Iya, kita emang gak punya masalah, dan aku tau aku salah, tapi aku suka aja ganggu kamu.” Jawab Tasya dengan muka datar.

“Kenapa? Emang aku ada salahapa sama kamu Tasya?” tanya Annisa sedikit bingung.

“Aku iri sama kamu, semua orang mendukung mimpi kamu, sementara aku ? Tidak ada yang mendukung impianku, tidak teman-teman dan orang tua aku. Mereka sama sekali tidak mau ngertiian aku”. Tasya berkata dengan suara sedih.

Entah kenapa kali ini Annisa jadi ikutan sedih melihat Tasya. Rasa kesal yang tadi memucak, tiba-tiba hilang seketika.

“Aku minta maaf ya karena sudah ganggu kamu terus, tapi aku heran kenapa kamu tidak marah sama aku.”

“Kenapa harus marah, kan kita teman” Jawab Annisa tulus.

“Sebagai teman, aku akan mendukung kamu untuk mencapai impianmu” Annisa memegang tangan Tasya dan tersenyum.

“Aku minta maaf ya Ann, aku sebenarnya merasa sedih dan kesal, karena orang tuaku tidak mau mendukung mimpi-mimpi aku, tidak seperti orang tuamu. Jadinya malah kamu yang kema imbasnya, kamu yang aku jutekin.” Ucap Tasya dengan nada sedih

“Aku benar-benar gak tau kalau kamu ngerasa gitu, sebagai teman aku minta maaf karena gak peka. Aku akan selalu mendukungmu” Annisa memandang Tasya dengan wajah sungguh-sungguh. Tasya merasa senang mendenger apa yang Annisa ucapkan.

“Iya aku juga berharap kita sealu jadi teman ya.” Jawab Tasya dengan nada girang dan terlhat senyum yang indah sambil mengatakan kalimat itu.

Sejak saat itu Annisa dan Tasya menjadi dekat, mereka sering membicarakan hal-hal tentang masak dan belajar dari stau sama lain. mereka juga masuk sekolah tata boga yang sama dan memiliki mimpi yang sama, yaitu memiliki toko kue di Paris.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali